Blog Entry"Kitab-kitab Suci Baru"Apr 16, '08 2:34 AM
for everyone
Oleh : Herlianto - http://yabina.org/mailman/listinfo/mimbarmaya_yabina.org

Alkitab terjemahan kedalam bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia sudah dilakukan sedini tahun 1629 dan sejak itu nama Allah digunakan untuk menerjemahkan El/Elohim/Eloah dan Tuhan untuk menerjemahkan Yahweh dan Adonai. Dalam 50 tahun terakhir, tugas mulia penerbitan Alkitab dilanjutkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang pada tahun-tahun terakhir ini menerbitkan setiap tahun sekitar 1 juta jilid, suatu berkat bagi kekristenan di Indonesia.

Menarik untuk diketahui bahwa dalam satu dasawarsa terakhir, setidaknya dalam waktu 8 tahun, terbit empat versi terjemahan yang berbeda dengan LAI dan keempatnya dinamakan ‘Kitab Suci.’ Pada tahun 1999 terbit ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (TDB) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa; tahun 2000 terbit ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (TDI, dicetak 30 ribu) yang diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah; tahun 2002 terbit ‘Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan’ (UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh; dan tahun 2007 terbit ‘Kitab Suci Indonesian Literal Translation’ (ILT, dicetak 20 ribu) yang diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa.

Keempat Kitab Suci Baru itu memiliki kesamaan bahwa mereka ingin mengangkat kembali nama ‘Yahweh’ (bhs. Ibrani), nama yang suci yang menurut mereka tidak boleh diterjemahkan, nama yang menunjukkan sifat Tuhan semesta alam dan bahwa keselamatan itu ada dalam nama Yahweh. Namun pengucapan nama itu tidak seragam juga, sebagai contoh, TDB menulis ‘Yehuwa,’ TDI menulis ‘Yahwe,’ dan UPT & ILT menulis ‘YAHWEH.’ Kesamaan lainnya adalah mereka menolak Allah Trinitarian dan lebih mengarah pada ke’Esa’an Tuhan atau Unitarian. Bila TDB termasuk ‘Unitarian Subordinasionis’ yang menganggap Yesus adalah ciptaan yang lebih rendah dari Yehuwa, umumnya pengikut TDI, UPT, dan ILT menganut keyakinan ‘Unitarian Modalis’ (Sabelianisme), dimana dianggap bahwa hanya ada satu pribadi Yahweh dan Yesus adalah Yahweh sendiri yang menjelma sebagai Yesus dan Roh Kudus adalah Roh atau Daya Hidup Yahweh sendiri. Pada pengantar ILT disebutkan: “YESUS (Yahsua) adalah nama diri dari YAHWEH yang menjelma menjadi manusia untuk menjadi Messias sang Juruselamat.” Bagi ILT, yang memberi kekuatan pada mereka adalah Roh YAHWEH sendiri, konsep yang tidak beda dengan konsep Saksi-Saksi Yehuwa (TDB) bahwa Roh Kudus hanya sekedar tenaga aktif Yahweh yang memberi kekuatan Saksi-Saksi Yehuwa.

Dalam menerjemahkan El/Elohim/Eloah (PL) atau Theos (PB), TDB tetap menggunakan terjemahan ‘Allah,’ namun TDI, UPT & ILT menolak penggunaan nama itu karena dianggap sebagai nama berhala bahkan nama Setan, jadi TDI menulis ‘Eloim,’ UPT menulis ‘Tuhan,’ dan ILT menulis ‘Elohim.’ Baru dari beberapa contoh ini saja sudah terungkap bahwa keempat aliran, khususnya ketiga yang terakhir ini tidak mempunyai kesepakatan dalam kalangan mereka sendiri, sehingga terjemahan-terjemahan itu tidak bisa berfungsi sebagai pemersatu dan berpotensi membingungkan umat. Ini berbeda dengan terjemahan LAI yang secara umum digunakan selama ini yang sudah jelas merupakan pemersatu umat Kristen Indonesia dengan Tuhan dan sesama Kristen.

Soal etika penterjemahan, TDB menerjemahkan langsung dari naskah bahasa Inggeris mereka (New World Translation), namun TDI dan UPT merupakan terjemahan plagiat yang nyaris menjiplak seluruh terjemahan LAI tanpa izin dan hanya mengganti beberapa nama dengan nama Yahweh dan beberapa nama Ibrani lainnya. Sungguh menyedihkan bahwa mereka yang mau memuliakan Yahweh itu ternyata mempermalukan Yahweh dan melanggar hukum ke-8 ‘Jangan mencuri’ (hak cipta orang lain) dan ke-10 ‘Jangan mengingini … apapun (termasuk hak cipta) yang dipunyai sesamamu.’

Rupanya tumbuh sepercik kesadaran sehingga kelompok yang menerbitkan ILT tidak ingin mengulang perilaku yang mempermalukan Yahweh itu dan berusaha menerjemahkan sendiri dari naskah ‘The Interlinear Bible’ karya J.P. Green. Suatu tindakan terpuji bahwa ILT meminta izin kepada J.P. Green sebagai pemegang hak cipta. Namun apakah ILT konsisten? Pada akhir Pengantarnya, ILT menyinggung soal hak cipta penerjemahan dengan menuliskan:

“Adapun hak cipta penerjemahan itu perlu didaftarkan, demi memberi perlindungan kepada Yayasan Lentera Bangsa yang telah bersusah payah melakukan penerjemahan, jangan sampai hak-haknya untuk menerbitkan dan memasarkannya ditutup/ditiadakan oleh pihak-pihak lain.”

Soal hak ini justru menjadi boomerang bagi ILT karena ILT ternyata juga mencuri hak penerjemahan LAI tanpa meminta izin (setidaknya tidak disebutkan dalam Pengantar) dan sekarang meng’klaim’ sebagai hak cipta mereka! ILT masih menjiplak ke’66’ nama kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru terjemahan LAI termasuk singkatannya. Mengapa nama-nama kitab dan singkatannya ILT tidak membuat terjemahan sendiri? Suatu kejujuran yang masih setengah hati, bahkan sekarang dengan mendaftarkannya sebagai hak cipta ILT, berarti mencuri hak cipta LAI lalu diaku sebagai hak cipta sendiri!

Soal nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah, para pendukung TDI, UPT & ILT beranggapan bahwa nama Yahweh dan Elohim tidak boleh diterjemahkan, benarkan konsep demikian? Fakta sejarah keyahudian dan kekristenan dalam tiga milenium menunjukkan bahwa klaim itu klaim yang gegabah. Sedini abad-5 SM, sebagian kitab Esra, Daniel, dan Yeremia, sudah dialih-bahasakan ke dalam bahasa Aram dimana nama-nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah sudah dialih-bahasakan menjadi ‘elah/elaha.’

Demikian juga pada abad-3 SM, Tanakh diterjemahkan ke bahasa Yunani dalam bentuk Septuaginta (LXX) dimana Yahweh dan Adonai diterjemahkan ‘Kurios’ dan El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi Theos.

Tidak ada petunjuk dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Yahweh dan Yesus berkeberatan atas terjemahan itu, malah Perjanjian Baru mengikuti pola Septuaginta (salinan resmi yang para penerjemahnya diutus oleh Imam Besar Eliezer di Yerusalem). Dan, sepanjang sejarah kemudian nama Yahweh dan Elohim diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan sudah menghasilkan bermilyar manusia Kristen yang menyembah dan memuliakan Yahweh dalam bahasa mereka sendiri. Menganggap bahwa milyaran umat Kristen sedunia yang tidak menggunakan nama Yahweh sebagai sesat merupakan ciri khas dari aliran sekte yang elitis.

Dalam hal nama Elohim kita sudah melihat tiga versi terakhir itu berbeda-beda dalam nenerjemahkan, yang satu Eloim, yang kedua Tuhan dan yang ketiga Elohim. Ada dua kesalahan pokok dalam penggunaan Eloim/Elohim, yaitu: (1) Elohim dianggap hanya sebagai nama generik, ini menutup fakta bahwa Elohim juga sering menunjuk sebagai nama diri (proper name) disamping sebagai nama sebutan (generic); dan (2) El/Elohim/Eloah, ketiganya diterjemahkan sebagai ‘Eloim/Elohim.’ Kita harus sadar bahwa sekalipun El/Elohim/Eloah ada kesamaannya, ketiganya juga ada bedanya, jadi dengan hanya menunjuk kepada Eloim/Elohim berarti mengabaikan adanya perbedaan. Sebagai contoh dapat dilihat perbandingan ayat berikut:

“El, Elohe Yisrael” (Kej.33:20). Ini diterjemahkan sebagai berikut:
“Eloim Israel ialah Eloim” (TDI)
“Yang Mahatinggi Tuhannya Israel” (UPT)
“El, Elohim Israel” (ILT)


Demikian juga dengan ayat:
“Akulah El, Elohe Ayahmu’ (Kej.46:3). Ini diterjemahkan sebagai berikut:
“Akulah Eloim, Eloim ayahmu” (TDI)
“Akulah Tuhan, Tuhan ayahmu” (UPT)
“Akulah Elohim, Elohim ayahmu” (ILT).


Khusus dalam versi terjemahan terakhir yaitu ILT, El/Elohim/Eloah yang umumnya ditulis Elohim saja, namun disadari bahwa kalau ‘Elohim’ menunjuk pada ilah-ilah lain selain yang Mahakuasa, maka diterjemahkan ‘ilah.’ Jadi tanpa sadar sebenarnya diakui bahwa ‘elohim’ bisa berarti ‘ilah’ dalam bahasa Arab, padahal untuk menunjuk pada nama lain Yahweh ini, bahasa Arab menambahkan dengan kata sandang menjadi al-ilah atau Allah. Menarik melihat bahwa kalau Alkitab resmi dalam bahasa Arab, El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi ‘Allah’ (a.l. Arabic Bible, Todays Arabic Version) ada juga Kitab Suci jiplakan dari pemuja nama Yahweh yang menerjemahkannya bukan dengan kata Allah melainkan ‘al-ilah’ (Arab Bible, mengaku menjiplak terjemahan Arabic Bible dan mengganti kata ‘Allah’ disitu menjadi al-ilah). Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab, dan masa sekarang 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah,’ ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama Allah yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.

Kita harus berhati-hati menghadapi Pemuja Nama Yahweh dengan Kitab-Kitab Suci mereka yang kelihatannya sepintas lalu menarik karena ingin memurnikan terjemahan dan mengembalikan nama Tuhan sebenarnya, ternyata sudah terbukti ke-empatnya tidak sejalan, dan jelas akan membingungkan daripada meluruskan kebenaran. Namun, lebih dari itu seseorang yang tidak sadar dan ikut-ikutan mengikuti para pemuja Yahweh, mereka akan ditarik kepada suatu keyakinan yang menjauh dari kekristenan historis dan pengakuan Iman Rasuli. Seseorang yang tertarik Pemuja Nama Yahweh akan disadari atau tidak akan dibawa ke arah:

(1) Fanatisme kelompok Yahudi yang sangat Ibrani/Yahudi sentris,
ini keyakinan sempit sekte ‘Yahweh’ dalam agama Yahudi.

(2) Sikap tidak bersahabat memusuhi dunia Islam/Arab dengan semangat menolak nama Allah yang dianggap nama berhala bahkan nama Setan (Di kalangan Pemuja Nama Yahweh disebar-luaskan buku ‘The Islamic Invasion’ karya Robert Morey yang sarat sikap anti Arab/Islam, sehingga dua tokoh mereka terkena Fatwa Mati).

(3) Sikap yang menyalahkan semua umat Kristen yang tidak menggunakan nama Yahweh tetapi menggunakan nama Allah sebagai menghujat Yahweh, padahal dengan menyebut ‘Allah’ sebagai nama berhala bahkan nama Setan bukankah itu justru menghujat ‘Allah,’ nama El/Elohim/Eloah dalam bahasa Arab?

(4) Menyalahkan Alkitab LAI yang sudah digunakan dan membangunkan
puluhan juta orang Kristen (ada pemuja Yahweh yang menyebut LAI sebagai
Lembaga Alat Iblis karena menerbitkan Alkitab berisi nama Allah).

(5) Menjauhi keyakinan Tritunggal/Trinitarian dan lari kepada
kepercayaan Unitarian/Sabelian yang menolak Tuhan Yesus sebagai
pribadi yang terpisah dari Bapa sekalipun keduanya sehakekat.

Semoga pembahasan ini memperjelas apa yang sedang kita hadapi bersama, dan semoga mereka yang terpengaruh atau bersimpati dalam usaha memurnikan nama Yahweh itu menyadari bahwa mereka sedang terseret kepada suatu arus fanatisme yang bisa mendukacitakan nama ‘Allah’ nama Tuhannya Abraham dalam bahasa Arab.

Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
andrewidodo wrote on Apr 16, '08, edited on Apr 16, '08
Bagi ILT, yang memberi kekuatan pada mereka adalah Roh YAHWEH sendiri, konsep yang tidak beda dengan konsep Saksi-Saksi Yehuwa (TDB) bahwa Roh Kudus hanya sekedar tenaga aktif Yahweh yang memberi kekuatan Saksi-Saksi Yehuwa.
Shalom Pak Putra,

Kebetulan di tangan saya ini ada Alkitab ILT yaitu Indonesian Literal Translation. Setelah saya membaca apa yang tertulis di ILT, sebenarnya Alkitab ILT BERBEDA dengan Alkitab TDB untuk Saksi Jehovah.

Dalam Alkitab ILT untuk Yoh 10:30 dituliskan :
Aku dan Bapa adalah satu!"

Suatu pernyataan yang membuktikan bahwa Yesus setara dengan Bapa.

Sepertinya sang Penulis ( Pak Herlianto) tidak mengerti benar tentang ILT.

Alkitan ILT adalah sama dengan Alkitab LITV yaitu Literal Translation of Holy Bible, yaitu menterjemahkan setiap kata demi kata sesuai dengan apa yang tertulis dalam manuskrip.

Saya bandingkan KJV dengan LITV dan dengan ILT, semua terjemahannya adalah sama.

Contoh :
Rom 8:1 KJV
Rom 8:1 There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit.

Rom 8:1 LITV
There is therefore now no condemnation to those in Christ Jesus, who do not walk according to flesh, but according to Spirit.

Rom 8:1 ILT
Oleh karena itu, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus YESUS, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Perhatikan bahwa KJV, LITV dan ILT mempunyai arti yang sama. Sekarang bandingkan dengan TB-LAI.

Rom 8:1 TB-LAI
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Ada firman Tuhan yang dipotong oleh TB-LAI.

Saya selama ini membandingkan KJV - ILT - TB-LAI dan memang saya menemukan beberapa firman Tuhan yang dipotong dalam TB-LAI. Karena saya selalu referensi ke KJV sebagai terjemahan yang paling mendekati naskah asli.

===========================================================

Poin utamanya adalah :
Saya hanya ingin membagikan bahwa ALkitab ILT BUKAN Alkitab untuk Saksi Jehovah, karena dalam ALkitab ILT dijelaskan tentang TRINITAS secara gamblang.

Ini hanya karena kebetulan saya sudah memiliki dan membaca apa yang ditulis di ILT.

Selain itu dalam Alkitab ILT kata "Allah" dihilangkan karena untuk mentaati apa yang tertulis di Kel 23:13

Exo 23:13 KJV
And in all things that I have said unto you be circumspect: and make no mention of the name of other gods, neither let it be heard out of thy mouth.

Berdasarkan Kel 23:13, kita TIDAK boleh menyebutkan name of other gods bahkan menyebutkan name of other gods dalam mulut kita saja tidak diijinkan.

Bukankah dengan memakai kata "Allah" di TB-LAI berarti kita sudah bertentangan dengan Kel 23:13?

Tuhan Yesus memberkati,
Andre



adrianliem wrote on Apr 16, '08
Dan, sepanjang sejarah kemudian nama Yahweh dan Elohim diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan sudah menghasilkan bermilyar manusia Kristen yang menyembah dan memuliakan Yahweh dalam bahasa mereka sendiri. Menganggap bahwa milyaran umat Kristen sedunia yang tidak menggunakan nama Yahweh sebagai sesat merupakan ciri khas dari aliran sekte yang elitis.
saya cenderung setuju dengan pernyataan ini.
personally saya tidak terlalu ekstrim dengan harus pakai nama Yahweh atau Jehovah atau yang lain.
karena menurut saya, selama ini toh baik saya yang berdoa (yang kebetulan memang biasanya tidak pakai nama Allah, biasanya pakai dalam nama Yesus) maupun teman saya yang berdoa dengan memakai nama Allah, Tuhan juga sama-sama bekerja. toh Tuhan juga tetap bekerja dan menunjukkan penyertaanNya dalam gereja yang menggunakan nama Allah. kan bisa kita lihat dari buahnya.
so bagi saya sih tidak ada masalah, kalau tidak berkenan kan ntar Roh Kudus yang mengingatkan :)
but well, it's just my opinion. mungkin yg lain punya pendapat berbeda.
andrewidodo wrote on Apr 16, '08
karena menurut saya
Sekedar saran, boleh diterima boleh tidak.

Sebaiknya jangan mengatakan : menurut si A, menurut si B, menurut si C dan seterusnya.

Sebenarnya kita bukan membahas selera si A, si B, si C. Tetapi kita membahas apa yang sebenarnya Tuhan inginkan (selera Tuhan).

Jika ada firman-Nya yang mengatakan :
Exo 23:13
And in all things that I have said unto you be circumspect: and make no mention of the name of other gods, neither let it be heard out of thy mouth.

Bukankah kita harus berhati-hati jangan sampai kita mengucapkan the name of other gods

Just my two cents,
adrianliem wrote on Apr 16, '08
thanks masukannya :)
Gbu sdr andre
putrahulu wrote on Apr 17, '08
Shalom Pak Andre, terimakasih untuk sharingnya.
Secara pribadi saya masih mempelajari hal ini, saya yakin Roh Kudus memimpin.

Dalam pengamatan saya melihat hal berikut (cmiiw) :

- Anda bersikukuh bahwa hanya Nama Yahweh yang boleh dipakai untuk menyembah DIA yang ada di sorga. Untuk ini Anda telah memberikan ayat pendukung,
- Herlianto berpendapat bahwa Nama Yahweh, berdasarkan sejarah, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa (salah satunya ke bahasa Arab: ALLAH). Dan fakta yang menarik (menurut beliau) adalah DIA sendiri tidak keberatan dengan hal ini.

Saya sendiri sementara ini berpendapat :
- Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa selama berabad-abad Nama Yahweh yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa telah membawa orang-orang kepada keselamatan kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus,
- Kita juga tidak bisa mengabaikan fakta bahwa selama berabad-abad Bapa di sorga telah dengan sungguh-sungguh meneguhkan setiap pemberitaan Injil dengan tanda ajaib dan mukjizat padahal nama-Nya yang diberitakan adalah nama terjemahan,
- Kita mempermasalahkan penggunaan nama ALLAH semata-mata karena kita ada di Indonesia, dimana nama ALLAH telah identik dengan agama Islam. Coba kalo kita terlahir di negeri China masalahnya pasti beda.

GBU
putrahulu wrote on Apr 17, '08
Saya selama ini membandingkan KJV - ILT - TB-LAI dan memang saya menemukan beberapa firman Tuhan yang dipotong dalam TB-LAI. Karena saya selalu referensi ke KJV sebagai terjemahan yang paling mendekati naskah asli.
Adanya kekurangan penerjemahan pada Alkitab LAI tidak
membuatnya kurang baik untuk digunakan. Kenapa?

1. Alkitab bukan 'didiktekan' oleh Roh Kudus tetapi adalah Firman Tuhan yang ditulis oleh nabi/hamba Tuhan/rasul dengan ilham/pimpinan Roh Kudus,
2. Berdasarkan point #1 di atas maka kekurangan penerjemahan dapat diterima sepanjang tidak merubah arti dan konteks yang ada. Hal ini juga membuka kemungkinan untuk melakukan 'revise' pada penerbitan selanjutnya,
3. Mengharapkan Alkitab yang diterjemahkan 'persis' seperti
aslinya adalah suatu kemustahilan, dengan alasan:
a. perkembangan tiap bahasa suku-suku bangsa sangat beragam,
b. penerjemahan harus memperhatikan pembaca yang dituju,
contoh: orang awam, cendikiawan, dll,
c. konteks dan kontent terkadang lebih penting daripada teks.

CMIIW, maklum masih belajar.

GBU
yanadi wrote on Apr 17, '08
Nah, kebetulan nih.
Pak Andre kan King James Only Movement supporter nih.

Ada satu yang mau saya tanyakan.
"I form the light, and create darkness: I make peace, and create evil: I the LORD do all these things." (Isaiah 45:7 KingJamesVersion)

artinya apa tuh ya?
kok ada "create evil"?
soalnya cuma KJV yang nerjemahin seperti itu.
ada justification buat hal ini?
simontanutama wrote on Apr 17, '08
pembahasan yang menarik nih...

memang penggunaan kata Allah menjadi dilematis sekarang ini, disatu pihak begitu mendukung penggunaan kata Allah, dilain pihak ada yang begitu antipati.

Dan argumen mengenai kata Allah seperti menjadi perang suci diantara umatNya sendiri. Yang jelas-jelas hal ini tidak dikehendaki oleh Tuhan Yesus.

Memang mencari kebenaran yang paling hakiki menjadi bias, karena begitu banyak yang mengklaim sebagai standar yang paling benar dalam penggunaan kata Tuhan.

Setidaknya hubungan pribadi kita melalui doa dengan Bapa di Sorga tidaklah dihalangi oleh pertikaian karena penggunaan kata Allah yang sekarang ini banyak terjadi.
adrianliem wrote on Apr 17, '08
Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab, dan masa sekarang 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah,’ ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama Allah yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.
wah cukup panjang juga yah he he
kalau dari saya sendiri sih tidak ada masalah dengan menggunakan nama Allah (silahkan bagi yang memiliki pendapat berbeda), berdasarkan fakta di atas. saya percaya Tuhan kita kreatif. toh kita dibenarkan karena iman. dan menurut saya bila hal tersebut salah, Roh Kudus yang memiliki sifat sebagai konselor, tentunya akan mengingatkan atau memberi tahu kita.

selain itu saya juga berpendapat bahwa, saya setuju bahwa LAI masih kurang sempurna dalam proses penerjemahannya di ITB (saya pribadi kurang cocok memakai ITB), tetapi toh Firman Tuhan yang ada dalam alkitab LAI tetap dapat mengusir roh jahat - dan bagi saya itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Tuhan kita berkenan atas alkitab LAI kita. dan kalau untuk saya sendiri sih, bagi yang penting bukan versi terjemahan dari bible-nya, atau mencari perbedaan terjemahan dari masing-masing bible (mungkin saya memang belum sampai ke situ), tetapi bagaimana saya dapat mengaplikasikan Firman dalam kehidupan sehari-hari.

mengingat kemungkinan arah diskusi ini bisa panjang dan kurang nyaman pada nantinya, saya merasa bahwa ada baiknya kalau saya mengingatkan sdr seiman akan beberapa ayat yang baru saya baca kemarin (atau 2 hari lalu ya):
2 Timotius 14: Warn them before God against quarreling about words; it is of no value, and only ruins those who listen.
Titus 9: but avoid foolish controversies and genealogies and arguments and quarrels about the law, because these are unprofitable and useless.

-- tanpa ada maksud untuk menggurui. :)
kiranya melalui postingan ini kita juga dapat menghargai perbedaan pendapat yang ada. thanks n Gbu all.
yanadi wrote on Apr 17, '08
"So have I become your enemy by telling you the truth?"
(Galatians 4:16 NASB)
andrewidodo wrote on Apr 17, '08
yanadi said
Nah, kebetulan nih.
Pak Andre kan King James Only Movement supporter nih.

Ada satu yang mau saya tanyakan.
"I form the light, and create darkness: I make peace, and create evil: I the LORD do all these things." (Isaiah 45:7 KingJamesVersion)

artinya apa tuh ya?
kok ada "create evil"?
soalnya cuma KJV yang nerjemahin seperti itu.
ada justification buat hal ini?
Hehehe...itu karena KJV adalah Alkitab yang berasal dari manuskrip yang paling mendekati autograf.

Isa 45:7 KJV
I form the light, and create darkness: I make peace, and create evil: I the LORD do all these things.

Ijinkan saya copy paste dari Albert Barnes' Notes on the Bible karena saya juga belajar firman Tuhan dan tidak selalu tahu arti ayatnya. Untuk itu saya merujuk kepada Barnes' sebagai berikut :

Isa 45:7
I form the light, and create darkness -
Light, in the Bible, is the emblem of knowledge, innocence, pure religion, and of prosperity in general; and darkness is the emblem of the opposite. Light here seems to be the emblem of peace and prosperity, and darkness the emblem of adversity; and the sentiment of the verse is, that all things prosperous and adverse are under the providential control and direction of God. Of light, it is literally true that God made it; and emblematically true that he is the source of knowledge, prosperity, happiness, and pure religion. Of darkness, it is literally true also that the night is formed by him; that he withdraws the light of the sun, and leaves the earth enveloped in gloomy shades. It is emblematically true also that calamity, ignorance, disappointment, and want of success are ordered by him; and not less true that all the moral darkness, or evil, that prevails on earth, is under the direction and ordering of his Providence. There is no reason to think, however, that the words ‘darkness’ and ‘evil’ are to be understood as referring to moral darkness; that is, sin.
A strict regard should be had to the connection in the interpretation of such passages; and the connection here does not demand such an interpretation. The main subject is, the prosperity which would attend the arms of Cyrus, the consequent reverses and calamities of the nations whom he would subdue, and the proof thence furnished that Yahweh was the true God; and the passage should be limited in the interpretation to this design. The statement is, that all this was under his direction. It was not the work of chance or hap-hazard. It was not accomplished or caused by idols. It was not originated by any inferior or subordinate cause. It was to be traced entirely to God. The successes of arms, and the blessings of peace were to be traced to him; and the reverses of arms, and the calamities of war to him also. This is all that the connection of the passage demands; and this is in accordance with the interpretation of Kimchi, Jerome, Rosenmuller, Gesenius, Calvin, and Grotius. The comment of Grotius is, ‘Giving safety to the people, as the Persians; sending calamities upon the people, as upon the Medes and Babylonians.’ Lowth, Jerome, Vitringa, Jahn, and some others, suppose that there is reference here to the prevalent doctrine among the Persians, and the followers of the Magian religion in general, which prevailed all over the East, and in which Cyrus was probably educated, that there are two supreme, independent, co-existent and eternal causes always acting in opposition to each other - the one the author of all good, and the other of all evil; and that these principles or causes are constantly struggling with each other.
The good being or principle, they call light; and the evil, darkness; the one, Oromasden, and the other Ahrimanen. It was further the doctrine of the Magians that when the good principle had the ascendency, happiness prevailed; and when the evil principle prevailed, misery abounded. Lowth supposes, that God here means to assert his complete and absolute superiority over all other things or principles; and that all those powers whom the Persians supposed to be the original authors of good and evil to mankind were subordinate, and must be subject to him; and that there is no power that is not subservient to him, and under his control. That these opinions prevailed in very early times, and perhaps as early as Isaiah, there seems no good reason to doubt (Hyde, de Relig. Veter. Persar, xxii.) But there is no good evidence that Isaiah here referred to those opinions. Good and evil, prosperity and adversity, abound in the world at all times; and all that is required in order to a correct understanding of this passage is the general statement that all these things are under providential direction.
I make peace - I hush the contending passions of mankind; I dispose to peace, and prevent wars when I choose - a passage which proves that the most violent passions are under his control. No passions are more uncontrollable than those which lead to wars; and nowhere is there a more striking display of the Omnipotence of God than in his power to repress the pride, ambition, and spirit of revenge of conquerors and kings:
Which stilleth the noise of the seas,
The noise of their waves,
And the tumult of the people.

Psa 65:7
And create evil -
The parallelism here shows that this is not to be understood in the sense of all evil, but of that which is the opposite of peace and prosperity. That is, God directs judgments, disappointments, trials, and calamities; he has power to suffer the mad passions of people to rage, and to afflict nations with war; he presides over adverse as well as prosperous events. The passage does not prove that God is the author of moral evil, or sin, and such a sentiment is abhorrent to the general strain of the Bible, and to all just views of the character of a holy God.


andrewidodo wrote on Apr 17, '08
- Herlianto berpendapat bahwa Nama Yahweh, berdasarkan sejarah, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa (salah satunya ke bahasa Arab: ALLAH). Dan fakta yang menarik (menurut beliau) adalah DIA sendiri tidak keberatan dengan hal ini.
Shalom Pak Putra,

Nah pernyataan dari Pak Herlianto ini yang kurang sreg dengan saya. Mengapa? Maaf ya kalau menjelaskan detail sedikit dari sisi lingustic.

Dalam Keluaran 20:7 dijelaskan :
Exo 20:7 KJV
Thou shalt not take the name of the YHVH thy God in vain; for the YHVH will not hold him guiltless that taketh his name in vain.

Dalam bahasa Ibrani tertulis :
Hebrew Transliterated
Exo 20:7
L'a [JANGAN] ThSh'a [KAMU AKAN MENGAMBIL] 'aTh-ShM [NAMA DARI] -YHVH [ADONAI]'aLHYK [ELOHIM KAMU] LShV'a [SIA-SIA] KY [UNTUK] L'a [TIDAK AKAN] YNQH [MEMANDANG TIDAK BERSALAH] YHVH [ADONAI] 'aTh 'aShUr [BAHWA SIAPA] -YSh'a [YANG MENGAMBIL] 'aTh- ShMV [NAMA-NYA] LShV'a [SIA-SIA].

Dibaca pelafalannya :
lo ti.sa et-shem-a.do.nai e.lo.hei.kha la.shav ki lo ye.na.ke a.do.nai et a.sher-yi.sa et-she.mo la.shav:

Arti kata LShV'a dibaca shav adalah :
shâv' / shav
BDB Definition:
1) emptiness, vanity, falsehood
1a) emptiness, nothingness, vanity
1b) emptiness of speech, lying
1c) worthlessness (of conduct)

Jadi ketika sebuah nama yang ada artinya kemudian menjadi sebuah nama yang bersifat nothingness, maka itu sudah menyalahi dari arti Keluaran 20:7.

===========================================================

Tentu kita tahu bahwa YHVH berasal dari kata “ehyeh-asher-ehyeh” yang artinya : AKU ADALAH AKU.

Sedangkan ALLAH berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya :
Allah nama Tuhan dalam bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh orang yg beriman. Berasal dari kata Al-Ilah yaitu : Ilah Utama.

Ada perbedaan arti antara YHVH dan ALLAH.

Just my two cents...

Tapi yang harus kita renungkan kembali adalah bunyi firman di Kel 23:13.

Tuhan Yesus memberkati Pak Putra.
Add a Comment